Teori Keretakan Pesawat Habibie dan Sedikit Tentang Habibienomics

Setelah nonton Habibie & Ainun, ada satu hal menarik yang pengen gue telusurin.
Ada satu adegan dimana Ainun memegang potongan artikel tentang Habibie sebagai penemu teori keretakan pesawat. Nah, setelah gue google sana-sini gue menemukan jawaban dari Teori Keretakan Pesawat yang membuat Habibie dikenal sebagai Mr. Crack.
 Dari sebuah sumber, gue mendapatkan ini.
Habibie dikenal sebagai “Mr Crack” karena keahliannya menghitung crack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang. Di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi, para ahli dirgantara mengenal apa yang disebut Teori Habibie, Faktor Habibie, Fungsi Habibie.

Sebelum titik crack bisa dideteksi secara dini, para insinyur mengantispasi kemungkinan muncul keretakan konstruksi dengan cara meninggikan faktor keselamatannya (SF). Caranya, meningkatkan kekuatan bahan konstruksi jauh di atas angka kebutuhan teoritisnya.

Akibatnya, material yang diperlukan lebih berat. Untuk pesawat terbang, material aluminium dikombinasikan dengan baja. Namun setelah titik crack bisa dihitung maka derajat SF bisa diturunkan. Misalnya dengan memilih campuran material sayap dan badan pesawat yang lebih ringan. Porsi baja dikurangi, aluminium makin dominan dalam bodi pesawat terbang. Dalam dunia penerbangan, terobosan ini tersohor dengan sebutan Faktor Habibie.

Faktor Habibie bisa meringankan operating empty weight (bobot pesawat tanpa berat penumpang dan bahan bakar) hingga 10 persen dari bobot sebelumnya. Bahkan angka penurunan ini bisa mencapai 25 persen setelah Habibie menyusupkan material komposit ke dalam tubuh pesawat.

Namun pengurangan berat ini tak membuat maksimum take off weight-nya (total bobot pesawat ditambah penumpang dan bahan bakar) ikut merosot. Dengan begitu, secara umum daya angkut pesawat meningkat dan daya jelajahnya makin jauh. Sehingga secara ekonomi, kinerja pesawat bisa ditingkatkan.

Faktor Habibie ternyata juga berperan dalam pengembangan teknologi penggabungan bagian per bagian kerangka pesawat. Sehingga sambungan badan pesawat yang silinder dengan sisi sayap yang oval mampu menahan tekanan udara saat tubuh pesawat lepas landas. Begitu juga pada sambungan badan pesawat dengan landing gear jauh lebih kokoh, sehingga mampu menahan beban saat pesawat mendarat. Faktor mesin jet yang menjadi penambah potensi fatigue menjadi turun.

Dan setelah ditelusuri lagi, Habibie ternyata juga punya peran di perekonomian Indonesia. Jadi, di ekonomi makro, ternyata dikenal yang namanya Habibienomics. Habibienomics ini semacam pemahaman yang menegaskan bagaimana gagasan Habibie tentang pemberian nilai tambah ekonomi tinggi di setiap produksi barang dan jasa melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Inti dari Habibienomics adalah industrialisasi dengan melibatkan negara secara aktif dalam penguasaan teknologi sebagai penggerak pembangunan. 

Bayangin, di jaman yang belum secepat ini perkembangan teknologinya, Habibie sudah menemukan teori yang sekarang jadi standar acuan pembuatan pesawat terbang dan punya pandangan tentang pembangunan ekonomi nasional. Indonesia benar-benar sangat butuh banyak sosok seperti Habibie. Visioner, optimis, tangguh. 

Comments

  1. Habibie sangat membanggakan bagi Indonesia.

    ReplyDelete
  2. permisi mau tanya mbak,,,ngerti cara perhitungan timbulnya crack pada frame pesawat gk ???

    ReplyDelete
  3. Wah maaf mas, gak ngerti tuh :)

    ReplyDelete

Post a Comment