Trending Topic : Redenominasi Rupiah

Akhir-akhir ini, berita tentang redenominasi Rupiah sering beredar di berbagai media. Awalnya, saya masih bingung dengan istilah ini. Setelah ditelusuri, inilah hasilnya. Enjoy :)

Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang. Contohnya, Indonesia mengenal uang Rp.1000. Kalau redenominasi benar-benar dilaksanakan, Rp.1000 akan diganti jadi Rp.1.

Redenominasi ini berbeda dengan sanering yang dulu pernah dilakukan Indonesia waktu hiperinflasi tahun 1965. Sanering adalah pemotongan daya beli masyarakat melalui pemotongan nilai mata uang.
 Contoh kasusnya, kalau sekarang kita mengenal Rp.5000 nantinya Rp.5000 ini akan berubah menjadi Rp.5. Mirip kan sama redenominasi? Bedanya, daya beli masyarakat juga ikut berubah di sanering. Kalau dulunya kita bisa beli seporsi batagor dengan harga Rp.3000, setelah redenominasi nilai rupiah akan mengalami perubahan menjadi Rp.3 tapi dengan Rp.3 masyarakat masih bisa membeli seporsi batagor. Kalau sanering, dengan Rp.3 belum tentu masyarakat bisa membeli seporsi batagor. Mungkin saja hanya mendapat 1/1000nya.

Waktu pelaksanaan redenominasi dan sanering juga berbeda. Sanering dilakukan ketika perekonomian suatu negara sedang dalam keadaan krisis serta saat laju inflasi sedang tinggi, sedangkan redenominasi dilakukan ketika perekonomian sedang dalam keadaan sehat, laju inflasi juga terkendali.

Banyak alasan yang dikemukakan ketika pertanyaan 'mengapa  redenominasi perlu dilakukan?' dilontarkan. Gubernur Bank Indonesia, Darmin Nasution mengatakan, telah terjadi inefisiensi transaksi. Bayangkan, dengan banyaknya digit '0' di suatu transaksi, bukankah ini akan menyulitkan pelaku transaksi?
Proses pencatatan juga menjadi lebih berisiko apabila 1 saja digit '0' hilang. Hasil akhirnya pasti akan berbeda.

Redenominasi dilakukan secara bertahap. Tahapan yang dilakukan adalah :
  • Isu redenominasi mulai mencuat pada Agustus 2010. 
  • Januari 2011, wacana ini mulai dibahas oleh pemerintah dengan Bank Indonesia. BI sudah mulai merancang tahapan menuju pelaksanaan redenominasi. 
  • 2012 adalah masa sosialiasi redenominasi serta persiapan berbagai hal untuk melaksanakan redenominasi. Mulai dari hal yang berkaitan dengan akuntansi, pencatatan, pembuatan rancangan undang-undang.
  • 2013-2015, masa transisi. Pada masa ini, akan ada dual price tag. Maksudnya, pencatatan harga akan dilakukan dengan dua cara yaitu dengan Rupiah lama serta Rupiah baru. Contoh : di satu price tag, ada harga Rp.3000 yang menunjukkan rupiah lama serta Rp.3 yang menunjukkan rupiah baru.  
  • 2016-2018, masa dimana uang yang beredar sekarang (rupiah lama) akan benar-benar habis dan digantikan dengan rupiah baru.
  • 2019-2022, Indonesia akan memiliki nilai mata uang yang baru dengan nilai yang lebih kecil.

Sekian bahasan tentang redenominasi. Semoga bermanfaat :D


Comments