Investasi Dua Dunia

Setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan 
 -UUD 1945 pasal 31 ayat 1

Bahkan di dalam konstitusi negara ini, sudah ditekankan mengenai hak setiap warga negara untuk mengenyam pendidikan. Pendidikan merupakan sebuah investasi jangka panjang yang sangat menentukan masa depan sebuah bangsa. Jika generasi muda sebuah bangsa merupakan generasi terpelajar, masa depan negara tersebut kemungkinan akan lebih cerah. Mengapa saya tidak dapat memastikan pernyataan tersebut? Coba periksa berbagai kasus korupsi yang akhir-akhir ini ramai diberitakan media massa. Banyak tersangka dari kasus tersebut merupakan orang-orang terpelajar. Namun karena tidak dapat mengimbangi kepintarannya dengan moral yang baik, terjebaklah mereka ke dalam kawah ketamakan.

Pendidikan bukan hanya proses menerima ilmu satu arah. Pendidikan juga proses dimana penerima ilmu mengaplikasikannya dan membagikannya ke masyarakat. Itulah yang menjadi latar belakang Shona Kamila atau yang akrab disapa Mila ketika membangun Rumah Belajar Nusantara (RBN). Mila memang sudah lama berencana membangun sebuah rumah belajar bersama temannya. Didorong dengan tekad memajukan Indonesia, Mila bersama temannya, Tami melakukan survei kepada anak-anak jalanan. Niat baik mereka tidak begitu saja disambut dengan tangan terbuka. Mereka sudah sangat lekat dengan jalanan sehingga agak sulit untuk mengajak mereka kembali mengenyam pendidikan. Tiba-tiba, Mila pun teringat dengan pemulung kecil yang sering lewat di depan SMAN 1 (Smansa) Depok tiap maghrib. Setelah ditelusuri, ternyata mereka tinggal di dekat Rawa Lio, di belakang Smansa Depok. Berangkatlah Mila dan Tami untuk survey. Kali ini niat baik mereka disambut baik oleh warga Lio. Awal mengajar, mereka hanya menggunakan musholla kecil di dekat rumah seorang warga. Semakin bertambahnya murid, akhirnya mereka mencari tempat yang lebih luas dan dapat dipakai untuk jangka panjang.


Program rutin RBN adalah pertemuan setiap hari Sabtu dan Minggu di sebuah musholla di daerah Perumnas. Pertemuan dimulai dari jam 16.00 sampai dengan 17.30. Siswa yang diajar RBN bervariasi dari jenjang TK hingga SD kelas 6. Cara mengajar dikondisikan dengan tenaga pengajar dan materi yang sedang diajarkan. RBN tidak hanya peduli pada masalah akademis. Banyak hal-hal kecil pada kegiatan RBN yang juga bersifat mendidik moral siswa siswinya. Dengan melakukan doa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan belajar, misalnya. Sifat nasionalisme siswa juga ditumbuhkan dengan kegiatan menyanyikan lagu-lagu wajib pada beberapa kesempatan. Selain pertemuan rutin, RBN sering mengadakan event bulanan untuk memperingati suatu event nasional seperti hari Kartini, hari pendidikan, hari buku, hari musik, dan lain-lain. Event ini dijadikan selingan di antara kegiatan belajar rutin. Dan juga untuk meningkatkan semangat belajar siswa ketika mereka sudah jenuh belajar.

Kegiatan belajar mengajar di RBN

 Tenaga volunteer RBN mayoritas berasal dari siswa Smansa Depok. Namun hal ini bukan berarti RBN menutup kemungkinan mengajak volunteer dari luar untuk menjadi tenaga pengajar. Bahkan sekarang, RBN sedang menjalin kerjasama dengan BEM Farmasi UI untuk masa satu tahun kepengurusan.

Untuk proyek selanjutnya, Mila menjelaskan bahwa ia ingin membuka RBN di daerah lain di kota Depok. Mila juga berkeinginan mengembangkan sebuah proyek dimana terdapat kesinambungan antara pendidikan, kepedulian terhadap lingkungan dan pemberdayaan wanita. Dari segi lingkungan, Mila memprioritaskan Lio agar dapat dijadikan sebuah tempat wisata yang layak dan ramai pengunjung sehingga dapat mengembangkan pariwisata di Depok. Sedangkan untuk program pemberdayaan wanita, akan diadakan program pemberian keterampilan untuk ibu-ibu di sekitar Lio agar dapat memanfaatkan apa yang ada di sekitar Lio supaya dapat dijual dan mencukupi kebutuhan mereka.

Mila berharap RBN dapat memberi manfaat untuk warga Lio terutama anak-anak RBN supaya bisa mendapatkan pendidikan yang layak dan sukses mencapai cita-cita mereka. Ia juga berpesan agar lebih banyak pemuda pemudi yang bisa bergerak untuk mendirikan rumah belajar atau apapun sesuai dengan passion yang mereka tekuni untuk mendorong kemajuan bangsa. “Karena kalau bukan kita generasi muda, mau siapa lagi?” ujar Mila.

  

Comments

  1. Jadi kangen sama anak-anak RBN... :'))

    Anyhoo, masih ikutan ngajar Ay?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yaa jawabannya sudah di Whatsapp ya :) hahaha

      Delete
  2. Waktu itu minta foto event buat ini ya Aya? *soktau*

    ReplyDelete
  3. Setiap orang memang berhak mendapatkan pendidikan, bukan?

    ReplyDelete

Post a Comment