Grazie, 2016

2016 akan segera berakhir, digantikan oleh 2017. Kalau kata Banda Neira, yang patah tumbuh yang hilang berganti *kemudian sedih lagi mengingat duo ini sudah bubar*

Bisa dibilang, 2016 bukan tahun saya. Ya, saya mengakui.
Banyak hal yang tidak sesuai dengan yang saya rencanakan di awal. Saya optimis bisa meraih banyak hal di 2016 namun nyatanya tidak. Ada berbagai rencana yang harus dicoret, tujuan yang gagal tercapai, hal yang harus direlakan dan tentunya mengucapkan banyak selamat tinggal kepada hal-hal yang belum terlaksana.

Namun bukan berarti 2016 tidak menyenangkan.
Mungkin karena saya anaknya kelewat optimis dan senang mencari sisi terang dari sebuah kegagalan, ternyata saya menemukan bahwa masih banyak hal yang bisa disyukuri. Masih ada hal yang bisa saya capai. Yang merupakan doa dari tahun-tahun sebelumnya, ternyata baru bisa kesampaian di tahun ini. Jadi saya makin percaya kalau Allah Maha Mendengar segala doa hambanya. Tugas seorang manusia ya tinggal menunggu keputusan kapan doanya terjawab. Atau mungkin doanya digantikan dengan doa yang lebih baik? Bisa jadi.

Kontingen OIM Quiz

 Yup, menjadi kontingen OIM Quiz merupakan salah satu doa yang terjawab di tahun ini. Dua tahun lalu ketika jaman maba, saya pernah iseng nonton pertandingan OIM Quiz dan entah dapat ilham dari mana, tercetuslah ide "Saya harus bisa jadi bagian dari kontingen ini suatu hari." Dan voila! Terwujudlah celotehan itu dua tahun kemudian. Bertemu dengan orang-orang pintarnya FEB UI membuat saya makin rajin dan berusaha terus mengupdate informasi. Jadi senang karena kalau ngobrol sama teman akhirnya punya banyak hal seru untuk diperbincangkan, haha. Bisa dibilang, tim ini merupakan tim lomba terkeren. Ada banyak bakat di tim ini namun mereka tidak segan-segan membagi ilmunya dan saya merasa 14 orang yang lain sangat pandai untuk mendorong sesama anggota supaya terus menjadi kontingen yang lebih baik. Pokoknya, menyenangkan sekali bermain bersama mereka. Pada akhirnya, kerja keras kami tidak sia-sia. Juara 1 akhirnya resmi diperoleh tim ini.
Sangat berterimakasih kepada Abang, Dodo, Bunda, Eldo, Syekhan, Andi, Bram, Umun, Cahaya, Harits, Jordy, Josh, Surya, Waran yang telah membantu menjawab doa saya dua tahun lalu.

Komisi Aspirasi BPM FEB UI 2016

Dan menjadi BPH di sebuah organisasi merupakan doa lain yang terjawab tahun ini. Ketika masih maba, rasanya saya pernah menulis ingin menjadi BPH di sebuah organisasi dan kepanitiaan. Kalau yang kepanitiaan dari tahun lalu alhamdulillah sudah terwujud. Kalau organisasi kan emang harus mahasiswa tingkat 2 jadi ya.....sebenernya......haha. Namun bagi saya, bisa bertahan di sebuah organisasi merupakan sebuah pencapaian. Saya kira saya tidak akan mudah jatuh cinta kepada sebuah organisasi, nyatanya saya jatuh hati kepada BPM. Kenapa? Entahlah. Sampai sekarang juga saya bingung kalau ditanya "Kenapa memilih BPM?". Hingga akhirnya saya ingin melanjutkan karier di BPM sebagai BPH. tepatnya di Komisi Aspirasi. Banyak pergelutan batin yang saya lewati *tsaelah* untuk menentukan apakah saya lebih baik sebagai Kepala Komisi atau Wakil saja. Setelah berdiskusi dengan partner maju saya, Pande, akhirnya diputuskan saya sebagai wakil.
Setelah melewati serangkaian tes dan dinyatakan masuk sebagai Wakil Kepala Komisi Aspirasi, mulai lah tahap wawancara staff. Menentukan staff yang ingin masuk di sebuah komisi ternyata...........sulit ya :" Hingga akhirnya terpilihlah tiga manusia cukup beruntung di komisi Aspirasi yaitu Myra, Iben dan Regit.
Selama setahun kepengurusan, banyak hal yang sudah dilalui. Ribet mencari responden, ribet mengolah data, hingga dibuat laporan kepada pihak-pihak yang membutuhkan data tetap merupakan agenda besar kami untuk terus melayani masyarakat FEB. Namun kami tidak lupa juga untuk bersenang-senang, kok (baca : makan-makan ditraktir Pande, yang tetep aja ribet nentuin jadwalnya biar bisa kumpul full team, haha.)
Solid gratitude saya haturkan kepada 4 makhluk yang ikut meramaikan hidup saya di 2016 ini. Maaf kalau belum bisa menjadi teladan yang baik untuk kalian. Terimakasih untuk semua pelajarannya tahun ini, gengs!

Selain dua kelompok makhluk di atas, masih banyak orang-orang lain yang saya temui dan kenal di tahun ini.  Yang dulu cuma sering ketemu di koridor dan gak tau namanya, sekarang jadi tau namanya. Yang dulunya cuma sekedar tahu nama tapi tidak pernah kenal, tahun ini malah bisa jadi lebih akrab. Yang dulu sempat kenal tapi tidak mendalam, sekarang jadi terlihat sifat-sifat yang selama ini belum terekspos. Dan yang sudah lama tidak berhubungan, akhirnya kembali dekat lagi. Ohya, yang sudah dekat juga alhamdulillah masih bisa terus dekat padahal jadwal kadang tidak bersahabat. Entahlah, selalu saja ada cara untuk bertemu dengan orang-orang terdekat yang jadwalnya sering tidak cocok dengan saya. Pokoknya tahun ini banyak orang silih berganti datang di kehidupan saya. Mungkin orang-orang kurang beruntung ini (HAHA) ditakdirkan bertemu saya sekarang agar saya bisa mengucapkan "Selamat Datang"di antara "Selamat Tinggal" yang saya ucapkan di tahun ini juga. Terimakasih kalian yang sudah mau direpotkan oleh saya. Tanpa kalian, saya tidak mungkin bisa berada sampai di titik ini. 

Dulu, ketika saya diwawancara sebagai calon staff Komisi Aspirasi BPM FEB UI 2015, saya ditanya oleh calon kepala komisi saya "Apa kegagalan terbesar dalam hidup kamu?" Kemudian saya berpikir. Hingga akhirnya keluarlah kalimat "Tidak ada." Kemudian ditanya lagi "Kenapa?" Saya jawab "Karena saya tidak pernah melihat sesuatu sebagai kegagalan. Saya melihat hal tersebut sebagai sebuah pelajaran yang tidak boleh saya ulang".

Pada akhirnya, seperti itulah saya melihat 2016.

Comments