That's Why I Keep You Around

Hari pertama 2017 dan saya sudah tidur selama satu tahun. Maaf ya, masih jayus.

Kemarin, saya baru bertemu kembali dengan sahabat-sahabat zaman SMA saya yang satu ekskul. Kami sudah tersebar ke berbagai universitas. Sayangnya, yang kemarin bisa berkumpul hanya dari UI, ITB dan ITS. Walaupun tidak berhasil full team (dan entah sampai kapan kita akan berkumpul secara full team), tapi tetap senang. Bercerita dengan kawan lama tentang kesibukan terbarunya di kampus, gosip-gosip teman SMA yang kabar terbarunya hanya mungkin dapat dilihat dari lini masa sosial media, ketawa-tawa, berisik di restoran gara-gara main UNO Stacko (he he..maaf ya penghuni meja lain), dan banyak lagi hal-hal remeh yang kami lakukan. Kalau lagi ngumpul, rasanya SMA baru selesai kemarin *berlebihan*

Kemudian, ketika bertukar cerita dengan teman-teman, riuh memperbincangkan berbagai topik terutama progres teman-teman lain yang satu kampus dengan yang sedang berkumpul, saya tersadar. Semakin tua, saya lebih menghargai perbincangan berkualitas dengan beberapa teman dibanding reriuhan di pesta-pesta. Dulu saya sempat juga merayakan tahun baru bersama teman-teman. Namun makin kesini, saya mulai lelah dengan acara kumpul-kumpul dengan orang yang terlalu banyak. Rasanya, terlalu banyak energi yang dikeluarkan untuk berbincang dengan tamu yang begitu banyak. Iya, saya introvert. Ke depannya, saya tidak pernah mengajak teman saya untuk merayakan tahun baruan lagi (karena bukan tradisinya juga). Sesederhana karena saya lelah dengan keramaian. Kebetulan saja kemarin saya berkumpul di malam tahun baru bersama teman saya (tidak malam juga, karena ngumpulnya dari siang sampai Maghrib sih, he he) karena memang ada teman yang baru lepas dari beban tugas akhir kemarin.

Semakin tua, saya lebih senang berkumpul dengan lingkaran kecil yang berkualitas. Yang di dalamnya saya tidak merasa lelah untuk tertawa sedikit lebih lama ataupun mendengar cerita panjang mereka. Selama ini, memang biasanya saya cukup mudah nyambung dengan berbagai kelompok. Banyak orang menilai saya adalah introvert yang agak bawel. Namun jika diperhatikan kembali, biasanya dari kelompok-kelompok tersebut, tidak sengaja ada kelompok kecil lagi yang lebih 'klik' dengan saya. Akhirnya, mereka lah yang sering saya jadikan tempat mengeluh dan bersandar ketika saya lagi lelah dengan drama kehidupan ini *tsah*

Dan harapan saya di 2017, semoga masih bisa sering bertemu dengan kawan-kawan lama untuk mengingatkan kembali dari mana saya berasal.

Comments