Refleksi Ramadhan

Selama dua puluh tahun hidup dan menginjakkan kaki di muka Bumi, Ramadhan dari tahun ke tahun tidak pernah ada yang sama. Selalu ada cerita tersendiri untuk setiap Ramadhan. Termasuk Ramadhan tahun ini.

Pertama masalah buka puasa. Dibanding Ramadhan tahun lalu, entah kenapa tahun ini jadi agak banyak agenda buka puasa di luar rumah. Padahal di awal Ramadhan ngitung-ngitung "Ah paling juga cuma 3 kali lah buka di luar." Setelah dijalani dan dihitung ulang, angkanya dua kali lipat dari prediksi di awal Ramadhan -_-
Di luar teman kuliah, tahun ini jadi banyak acara buka bersama yang melibatkan teman SMA. Ya walaupun ada beberapa yang cuma wacana, dengan melemparkan ajakan buka bersama di group chat, otomatis jadi banyak berinteraksi lagi dengan teman-teman yang sudah lama tidak diajak berbincang. Kemudian disusullah dengan berbagai pikiran "Ih masih rame juga ya ternyata grup ini" "Ini yang gak muncul tapi ngebaca chat, apa kabar ya sekarang?" "Kayaknya dulu grup ini isinya ngebahas sangat banyak hal, sekarang cuma buat ngajak kumpul doang ya" "Sampai berapa lama ya grup ini bakal rame?" dan berbagai pikiran lainnya di luar pikiran "Mau bukber di mana dan kapan?"

Terkhusus acara buka yang akhirnya tidak wacana dengan teman SMA, obrolan yang muncul beragam banget. Dari kabar terbaru di kampus sampai bercandaan ala SMA yang dulu heitz di jamannya. Kemudian kepikiran lagi "Tua banget yah mahasiswa udah mau tingkat akhir mainnya masih sama teman jaman kelas 10 dan 11"

Selain teman SMA, ada juga acara buka bersama bareng senior yang sudah pada kelar sidang skripsi. Sedih juga mengingat sudah tidak punya senior untuk bercerita di kampus lagi karena akan ditinggal masuk ke dunia profesional *sigh*. Kemudian teringat lagi jaman-jaman masih maba dan sering main dan cerita sama senior-senior, terutama di organisasi. Dan kemarin sudah hampir semuanya akan wisuda akhir Agustus nanti sedangkan saya masih harus berjuang mencari topik skripsi dan memperbaiki akademis dan organisasi *baaah bahasanyaa*

Ramadhan kali ini bisa dibilang jadi banyak melakukan refleksi melalui agenda-agenda buka bersama teman. Diingatkan kembali dari mana saya berasal, apa dan siapa yang membentuk Alia Rachma Ningtias hingga menjadi pribadi yang seperti ini,

Kedua, Ramadhan ini jadi momen yang tepat untuk bermuhasabah dan merencanakan hidup. Seingat saya, Ramadhan selama saya kuliah memang selalu jatuh pada minggu kedua UAS kemudian dilanjut liburan 3 bulan. Jadi yang agak ribet ya cuma di awal Ramadhan aja. Dengan waktu 29-30 hari Ramadhan serta mengingat makin dekatnya diri ini kepada gerbang kelulusan (ayo bilang Aamiin), Ramadhan ini ditargetkan bisa menyempurnakan cetak biru hidup untuk beberapa tahun ke depan. Mungkin Allah menakdirkan saya tidak dapat magang mulai dari bulan Ramadhan supaya lebih serius menjawab berbagai pertanyaan tentang hidup yang perlu diselesaikan. Pertanyaannya berkisar dari target akademis, organisasi, hidup pasca kampus, hingga yang paling sensitif di usia 20 awal, masalah hati. Tenang saudara-saudara, prioritas pertanyaan yang perlu dijawab masih tiga poin pertama kok. Masalah hati belum terlalu dipikirkan, walaupun selintas sudah mulai kepikiran.

I know, I know, harusnya dari dulu sudah memikirkan ini semua. Banyak senior di kampus ketika diwawancara mengenai nasihat apa yang akan diberikan kepada para mahasiswa baru, sebagian besar dari mereka menjawab "membuat cetak biru hidup di kampus dan setelahnya di awal masa perkuliahan." Dulu pas SMA saya pernah membuat. Di masa kuliah juga terkadang membuat tapi masih terlalu abstrak. Hingga akhirnya sekarang sudah mau masuk tahun terakhir, barulah diusahakan setidaknya agak lebih jelas peta hidupnya.

Jadi, selain mengingat darimana saya berasal, tahun ini 'dipaksa' untuk memikirkan "mau kemana setelah ini, Ay?" Karena menurut saya, butuh fokus tinggi dan kondisi emosi yang lebih stabil untuk bisa memetakan hidup dengan baik. Jujur, belum sempurna petanya karena di tengah-tengah proses memetakan ini, masih suka ngerasa "Yailah, masih jauh tau Ay." Namun keesokannya baru kepikiran lagi "Ih, bentar lagi tau. Ayo direncanain mau kemana".

Dalam proses melakukan perencanaan ini, pada akhirnya saya dipaksa untuk jujur kepada diri saya. Harus lebih mengerti apa yang saya mau dan saya bisa lakukan. Karena selama ini saya hidup di dunia yang bising dengan omongan orang, terkadang saya jadi banyak terpengaruh. Pada akhirnya, hidup ini kan saya yang akan menjalaninya. Maka untuk perencanaan hidup, saya memaksa diri saya untuk duduk dan berterus terang mengenai apa yang ingin saya lakukan ke depannya dan bagaimana mencapainya.

Ketiga, Ramadhan kali ini saya jadi merasa lebih ambisius mencapai target yang bersifat 'memperbaiki hubungan kepada Allah', terutama frekuensi tilawah Al Qur'an. Jauh meningkat dibanding tahun lalu yang seingat saya hanya diisi dengan menonton film dan serial tidak berujung sehingga jadi jarang tilawah Al Qur'an. Walaupun futur masih sering menghinggapi, sedikit demi sedikit terus dilawan malasnya hingga lupa bahwa tadi sempat malas mendekat kepada Qur'an. Dan terima kasih juga kepada teman-teman yang senantiasa mengingatkan untuk rajin menambah amalan di Ramadhan ini. Bangga bisa menyebut kalian teman. Saya tidak akan pernah merasa ibadah saya telah sempurna. Namun melihat semangat diri saya yang selalu berusaha melawan kemalasan, saya bangga dengan pencapaian saya sejauh ini. Doakan semoga istiqomah dan bisa terus lebih baik lagi, wahai pembaca!

Ohiya, di Ramadhan ini juga jadi lebih sering dengerin tilawah dari berbagai qori terkenal dan juga dari Quran Indonesia Project. Adem aja dengerinnya. Sebenarnya sudah agak lama sih mulai membiasakan diri lebih sering mendengarkan tilawah Al Qur'an dan sedikit demi sedikit mengurangi frekuensi dengerin lagu ndak juntrung. Apalagi kalau lagi hectic tugas, bergegaslah buka Soundcloud dan muter playlist tilawah. Niscaya jadi gak deg-degan lagi ngerjain tugas.

Sedikit demi sedikit juga mulai senang dengerin ceramah dan kajian dari berbagai ustadz. Apalagi sekarang makin banyak ustadz yang menurut saya bisa mengikuti perkembangan anak muda sehingga topik yang dibawakan menjadi relatable serta cara membawakannya menarik. Ada tujuan lain akhirnya ketika Youtube-an. Selain ceramah, jadi makin sering denger juga talkshow dari Ted dan berbagai channel berfaedah lainnya. Pokoknya, Youtube-an terutama di Ramadhan kali ini jauh lebih berfaedah dibanding dulu deh.

Ramadhan tahun ini rasanya berbeda. Ada banyak hal yang saya dapat di Ramadhan kali ini dan mungkin nanti tetap saja ada yang luput. Namun satu hal yang ingin saya tekankan, saya tidak mau meninggalkan Ramadhan kali ini dengan banyak penyesalan. Semoga kita semua bisa mencapai garis akhir Ramadhan tahun ini dan bertemu Ramadhan tahun depan ya!

Comments