Something To Look Forward

Sedari saya SMP, saya sudah mengenal Humans of New York (HONY). Buat yang belum tahu, ini adalah semacam gerakan (gak yakin juga sih ini apa ya namanya) yang dilakukan seseorang super hebat namanya Brandon Stanton. Jadi awalnya mas Brandon ini cuma ngumpulin foto dari berbagai orang di New York dan diceritakan kisah dari orang-orang yang ada di foto tersebut. Awalnya tau HONY dari Tumblr. Sesungguhnya saya sempat vakum ngikutin perkembangan si HONY ini untuk waktu yang cukup lama. Baru inget lagi ketika ada artikel atau teman yang menyinggung tentang HONY ini.
Nah, seiring majunya perkembangan teknologi, hasil karya mas Brandon bisa dinikmati lewat berbagai platform seperti Instagram dan Facebook.

Cerita HONY #1

Cerita #2 di HONY


Bahkan sudah diterbitkan buku kumpulan cerita para manusia-manusia New York ini. Daaaan yang paling mengejutkan adalah dibuatnya web-series Humans of New York di Facebook.



Tadi baru sempat nonton satu episode web seriesnya yang berjudul Purpose. Dari judulnya aja sudah bisa ditebak isinya tentang apa. Di dalam serial tersebut, diisi oleh berbagai manusia-manusia New York yang menjawab beragam pertanyaan seperti "Apa sih tujuan itu?" "Apa tujuan kamu?" dan juga berbagi cerita tentang apa yang dulu menjadi tujuan mereka? lalu bagaimana dengan sekarang? dan segudang cerita lainnya dari narasumber yang seru aja pas jawab. Menarik sekali web series ini, bisa menggali emosi si narasumber dengan oke.

Yang menarik adalah tentang salah satu narasumber yang bercerita kalau dia pengen punya gecko sebagai hewan peliharaan. Kenapa gecko a.k.a tokek? Karena kata dia gak ribet ngurusnya, dibanding kucing, haha. Terus dia cerita juga, dengan punya peliharaan, dia jadi punya sesuatu yang bisa dia look forward to. Sekilas kalau nonton, bagaimana si cowok pengen punya gecko dengan alasan demikian tuh kayak anak kecil kalau punya cita-cita. Anak kecil dengan segala idealismenya, dia percaya kalau dia punya sesuatu di ujung sana yang lagi nunggu dia. Makanya, dia bakal berusaha keras untuk menempuh apapun demi mencapai tujuan di ujung sana. Walaupun kalau mau didebatin, di satu sisi, si cowok dengan gecko ini terkesan sedih banget karena jadinya yang saya tangkap adalah the only thing he needs to make himself get up in the morning is a gecko. Sederhana sekali alasan untuk bangunnya. Di satu sisi, sedih sekali hingga seseorang butuh sebuah alasan untuk bangun pada seekor gecko.

Tapi pas nonton dan direnungkan, kayaknya ada benernya juga si gecko man. Semakin saya dewasa, saya merasa jadi semakin realis dalam menghadapi hidup. Dan banyak juga teman atau senior saya yang merasa demikian pula. Alasan bangun tidur saya yang dulunya untuk bisa jadi businesswoman  yang keren, lama kelamaan tergantikan menjadi sesederhana tidak ingin kehilangan jatah absensi di kelas. Walaupun tidak benar-benar hilang juga keinginannya menjadi businesswoman tapi ada hal lain yang menurut saya jadi lebih ampuh membangunkan saya di pagi hari ketimbang sesuatu yang masih jauh di ujung sana. Bahkan, belum tentu juga ternyata ujung dari segala perjuangan untuk keluar dari kamar dan bergegas untuk berjibaku dengan segala rutinitas pagi ala mahasiswa adalah menjadi businesswoman. Who knows kan?

Merawat suatu hal yang menjadi pacuan saya untuk bangun tidur menurut saya dimulai dari merawat idealisme. Walaupun ironinya, kita tidak hidup dalam dunia yang ideal. Alasan ideal lain untuk bangun? Sejatinya, seorang manusia bangun untuk mengabdi kepada tuhannya. Pola pikir ini perlahan mulai saya tanamkan lagi. Saya sendiri merasa kalau bangun hanya untuk sesuatu yang duniawi, rasanya kok lelah ya pas bangun? Dan melihat teman-teman saya yang lebih sigap dalam beribadah, jarang sekali saya lihat mereka merasa lelah. Sepenglihatan saya sih begitu. So, perlahan saya bakal nyoba bangun untuk tujuan tersebut.

Intinya, to have something that we should look forward to is important. Because that's the reason why we want to continue our journey. The most important reason you have is to be closer to Allah. 

Daaaan saya sendiri di sini sedang mengusahakan alasan supaya bangun adalah kata terakhir pada kalimat di atas.

Comments