Mencoret Satu Bucket List!

10 April 2018 kemarin adalah hari di mana saya bisa mencoret satu bucket list saya.
Yes, nonton The Script karena mereka datang ke Jakarta!

Masih merinding kalau liat foto ini
Seperti yang saya bilang di cuitan saya akhir-akhir ini, saya sudah jatuh hati sama band ini sejak SMP. Lagu pertama (sekaligus videoklip pertama) yang saya dengar adalah Before The Worst. Seketika, saya jatuh hati sama band ini. Mulailah dengerin lagu lainnya seperti The Man Who Can't Be Moved dan Breakeven yang pada saat itu lagi jaya-jayanya. Saya inget banget sekitar saya SMP, The Script pernah datang ke Jakarta. Tapi sebagai bocah SMP yang tidak mungkin datang ke sebuah konser apalagi ada warning "Untuk 21 tahun ke atas" ya cuma bisa pasrah saja. 

Tahun berganti, selera musik selalu berubah. Tapi The Script masih terus diikuti walaupun gak bisa dibilang ngikutin banget. Karbit gitu, haha. Selang 7 tahun dan kurang lebih melewati 3 album, barulah di akhir 2017 kemarin sempat ramai pengumuman The Script mau tur. Dan salah satu kota yang ditandai adalah Jakarta! Wah! Dan pas banget waktu itu tabungan lagi agak berlebih. So, why not

Sejujurnya, saya emang bukan yang seneng banget sama keramaian macam konser. Di Jeget(ece), kayaknya cuma tahan berapa lagu deh di satu panggung. Kemudian harus pindah lagi. Dan gak lama, memutuskan I'm done. Kemarin di The Script juga hampir menyerah. Jadi saya sudah ambi buat berdiri di spot saya sekitar 1 jam sebelum konser mulai (karena emang udah dibuka venuenya, 30 menit lebih cepat seingat saya). Belum mulai, tiba-tiba sudah merasa gerah dan butuh udara segar. Tapi saya urung buat ke belakang karena takut spot saya diambil orang. Yaudah, bertahan deh. Pas The Script muncul, seketika sesaknya kayak hilang aja, haha. Sibuk deh nyanyi-nyanyi dan joget sama audiens lain. 

Saya gak bakal bahas tentang konser secara detail kali ini. Ini konser pertama saya, karena menurut saya Jeget itungannya bukan konser. Apalagi AKSI, pensi jaman SMA. Seperti yang bisa dilihat di tiket, saya di Festival. Tadinya sempat dihasut teman buat ke Golden Priority aja tapi saya pikir "Ah Kasablanka Hall kan kecil. Gak signifikan paling bedanya" jadi saya keukeuh di Festival. Dan teman-teman saya di Golden. Lebih puas juga ketemu mas Dannynya. Yasudah. Nasi sudah menjadi bubur. Terbayar juga kok karena tiba-tiba Danny ke area Festival dong nyanyiin Never Seen Anything Quite Like You! 

Dateng ke konser ini menurut saya adalah semacam pencapaian spriritual. Udah ngefans sama The Script dari jaman baru merintis sampai sekarang yang bisa bikin konser di satu arena dan selama ini yang saya lihat selalu penuh aja itu arena. 

Terus, jadi kayak percaya lagi sama perkataan "Kalau jodoh, tidak akan kemana." Jadi sebelumnya sempat ramai kan Ed Sheeran mau ke Indonesia. Yes, Ed Sheeran adalah salah satu artis yang rajin saya ikuti juga perkembangannya. Makanya pas diumumin bakal ke Indonesia, langsung sigap cek harga dan venuenya. Tapi ngeliat tanggal, harga tiket dan lokasi venue yang super duper bikin males, akhirnya diurungkanlah niatnya. Gak lama kemudian, diumumkan konsernya batal. Waktu itu saya langsung lega banget, haha. Nah, pas The Script resmi mengumumkan bakal ke Jakarta, langsung gercep nyari harga tiket dan venuenya. Tak lupa tanggal. Diliat-liat, ternyata oke semua tiga kriteria tadi. Walaupun waktu itu sempet deg-degan "Kalau tiba-tiba ini tanggal konser sama kayak tanggal sidang gimana ya? atau yang lebih parah, H-1 sidang." Dan ternyata emang tanggal itu bukan tanggal sidang, karena sekarang aja skripsinya belom beres, he he. Emang ternyata jodohnya nonton The Script. 

Pencapaian spiritual ini tapi ternyata gak sampe bikin saya tiba-tiba nangis di konser. Entah kenapa, emang akhir-akhir ini saya lagi emosional banget. Tapi dipikir-pikir lagi, bahaya juga kalau di konser saya bisa terharu tapi tidak demikian ketika nanti saya pergi ke Mekkah, misalnya. Atau setidaknya, dalam sujud saya ketika berdoa. 

Seperti yang The Script bilang di salah satu interviewnya, semua hal sekarang bisa didownload. Tapi live concert experience gak mungkin bisa. Konser ini super duper bikin keringetan karena ada beberapa saat personilnya pindah area. Dan ada beberapa act yang bikin penonton jingkrak-jingkrak seru. Super interaktif, seru abis.



Thank you mas Danny, Glen dan Mark yang membantu saya mencoret satu bucket list saya! Ditunggu yah ke Jakartanya lagi :) 

Comments